Rahasia Jasa Desain 3D dalam Menggambar Desain Interior

design interior

viarsitek.comPenasaran seperti apa si langkah kerja seseorang yang menjual jasa desain 3D? Sebelum membicarakannya lebih lanjut, ada baiknya kita ketahui dulu apa itu desain 3D.

Desain 3D adalah desain grafis yang menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan sebuah ruang yang ingi disampaikan. Bidang ini melibatkan proses komunikasi visual.

Desain grafis awalnya diterapkan pada media-media tidak bergerak seperti buku, majalah, brosur, dan lain sebagainya. Sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis mulai diterapkan dalam media elektronik, dan seringkali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Batas dimensi pun berubah seiring perkembangan kecerdasan dalam bidang desain. Bidang desain grafis kemudian mulai diterapkan dalam membangun ruang, termasuk mendesain interior kamar, rumah, atau pun bagian dalam bangunan lainnya.

Prinsip utama kerja desain grafis ialah disiplin dalam memadukan unsur-unsur yang penting di dalamnya, antara lain termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna.

Prinsip-prinsip desain visual juga musti dipatuhi, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (“proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

Cara Membuat Desain 3D

Dalam membuat desain 3D, desainer akan mengikuti langkah-langkah tertentu dengan pola-pola tertentu pula. Peralatan yang dibutuhkan ialah laptop atau computer dengan menginstal software khusus pembuat desain 3D.

Setelah menginstal software, barulah desainer 3D bisa memulai pekerjaannya. Misalnya untuk membuat sebuah sweet home 3D, yang dilakukannya ialah mengganti latar belakang putih jadi pola lantai sebagai landasan tempat tinggal dengan laksanakan Mdify 3D view dari menu 3D view.

Kemudian langkah ketiga, yakni dari menu 3Dview menentukan menu Ground selanjutnya menentukan texsture untuk menentukan pola lantai. Desainer akan mulai membuat dinding rumah yang berguna untuk mengantarai kamar yang ingin dibuat.

Desain Rumah 3D mampu dibuat dengan menggambar dinding dahulu, caranya dengan menentukan Plan lalu menentukan Create Walls dan bentuk dari lantai sampai meninggi membentuk dinding.

Langkah keempat, membuat lantai Desain Rumah 3D dan, caranya dengan klik Plan sesudah itu menentukan Create Rooms. Secara otomatis denah bakal membentuk area persegi selanjutnya arahkanlah kursor anda membuat 2 bentuk kotak kamar.

Langkah kelima ialah menentukan warna. Caranya klik kanan dan tahan tombol shift mengenakan Pick Tool. Lalu menentukan warna dari Modify Walls selanjutnya tinggal menentukan warna yang diinginkan.

Eksplorasi Model 3D

Bagaimana seorang desainer mengeksplorasi model desain 3D dalam mendesain?

Dalam mengekspor model, seorang desainer bisa menggunakn opsi material. Dengan cara ini desainer tidak mendapatkan materi Multi / Sub-Object di kelas 3dsmax dan memiliki kontrol yang lebih baik dalam memilih dan mengedit materi.

Dengan carai ini pula, desainer tetap dapat memilih setiap elemen dalam model tanpa memperhatikan, dengan metode ekspor material tidak menyatu atau melas semua geometri material yang sama bersama-sama.

Untuk pembaruan model berikutnya, desainer akan memeriksa pilihan ekspor. Hal itu dilakukan setelah memastikan bagian-bagian mana yang perlu diekspor kembali. Oleh karenanya, kadang-kadang, desainer hanya menggunakan opsi objek tunggal, hanya untuk mempermudah semuanya jika tambahan baru hanya menggunakan satu bahan saja.

Pada ekspor pertama, desainer akan melakukan cek ulang demi menghasilkan ketajaman gambar di halaman kerjanya. Desainer tidak bisa bermain-main pilihan material secara sembarangan karena kerja desainer cenderung mengambil model dari dunia nyata, sehingga ia mencoba membentuk gambar 3Dnya mirip dengan material yang ada di kehidupan nyata.

Sebabnya, desain 3D ini juga akan menjadi contoh model untuk dipresentasikan di depan calon klien. Bila tidak realistik, bisa jadi desainnya menjadi tidak laku.

Oleh karenanya, selama mengerjakan desain, desainer akan memberikan perhatian khusus secara geometri terkait dengan lapisan seperti kaca jendela, air kolam renang, dinding rumah, dan lain-lain.

Dalam tahap kerjanya, desainer tidak bisa tergesa-gesa mengubah materi, karena jika terlalu sering mengubah materi, ia bisa kena masalah. Desainer akan berhati-hati dalam memastikan materi garapan di hadapannya memang harus diganti atau tidak, perlukah diterapkan hal baru atau tidak.

Melihat kasus di atas, tak heran bukan bila Anda melihat desainer mengubah berulang kali materinya? Hal itu dilakukannya paska ia yakin harus diganti, karena ada yang tak beres. Akan tetapi, sebelum melakukanya, ia akan membuat pertimbangan yang amat banyak dan secara mendetail, serta menyeluruh.

Desainer berusah menempatkan struktur bangunan dan terksturnya secara tepat, sesuai dengan kebutuhan. Keseimbangan antara warna dan pencahayaan dari lingkungan sekitar juga musti diperhitungkan dalam desain 3Dnya, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, desainer akan membuat desainnya se riil mungkin, kemiripannya mendekati kenyataanya.

Desainer terkadang juga hanya akan menggunakan gambar seperti apa adanya, dan hanya mengimbanginya sehingga area terang akan terlihat di sisi kanan gambar. Bila ada pepohonan di sekitar ruang, ia memanfaatkan belakang garis pohon guna mengaktifkan tampilan gambar latar belakang di area pandang.

Dengan cara itu, desainer menjadi lebih mudah untuk mengaturnya dan menghasilkan hasil akhir desain yang lebih baik. Bagi seorang desainer, situasi backlight kadang menguntungkan karena memberikan sentuhan estetika tersendiri.

baca juga Tips Bekerjasama dengan Jasa Desain Interior Tangerang Saat Dana Terbatas

Desainer akan memanfaatkan beberapa peralatan lain untuk melihat desainnya memiliki efek yang kemiripannya sesuai dengan dunia nyata. Ada desainer yang memanfaatkan kecanggihan kamera VRayPhysical untuk membuat adegan backlight atau cahaya suram dari lampu, kemudian menciptakan efek malam ke dalam gambar.

Dengan menggunakan lensa kamera ia bisa melihat apakah teknik kombinasinya sudah sempurna atau tidak. Hal ini bisa terjadi secara berulang-ulang, ratusan kali, sampai desain yang dibuatnya dinyatakan cocok untuk diterapkan secara langsung ke dalam proyek.

Demikian, pemaparan mengenai jasa desain 3D, semoga bisa membantu Anda memahami bagaimana rumitnya seorang desainer desain 3D dalam membuat sebuah gambar.