Tips Membangun Rumah Bersama Jasa Arsitektur Rumah

rumah lippo

viarsitek.com – Sebelum merencanakan pembangunan rumah atau menghubungi jasa arsitek untuk membantu Anda membuat desain rumah yang sesuai impian ada baiknya untuk memiliki referensi membangun rumah. Dengan adanya referensi, Anda bisa menceritakan keinginan Anda kepada arsitek dengan lebih baik. Sebab, sama-sama memahami bidang yang dibutuhkan akan memudahkan komunikasi.

Bukan hanya desain, seperti rumah minimalis atau rumah mewah saja, melainkan ada tipe rumah yang berdasarkan cara membangunnya.

Tipe-tipe rumah berdasarkan cara membangun

  1. Rumah Tumbuh

Bila Anda memutuskan membuat tipe rumah berdasarkan cara membangun ini, maka yang Anda butuhkan dari seorang arsitek hanyalah bantuan berupa desain rumah saja. Tipe rumah tumbuh berarti rumah akan dibangun secara bertahap. Rumah tumbuh adalah rumah yang sudah direncanakan dari awal untuk nantinya dikembangkan dikemudian hari, sedangkan rata-rata arsitek tidak bekerja dengan gaya bertahap, melainkan dalam sekali proses jadi.

 

Oleh karenanya, tipe ini kurang cocok untuk bekerjasama dalam jangka dengan arsitek, Anda bisa rugi dalam segi biaya. Lebih baik minta bantuan arsitek untuk membuatkan desain saja, Anda beli desian tersebut, kemudian Anda kerjakan pembangunan secara bertahap sesuai dengan desain jadi dari arsitek.

 

  1. Pengembangan Rumah

Tipe rumah yang dibangun dengan cara pengembangan rumah kurang lebih dengan tipe rumah tumbuh. Setelah perencanaan, Anda bisa mengembangkan rumah setelah ada desain jadi.

 

Tipe pengembangan rumah hanya ada dua, yaitu horizontal dan vertical. Mengembangkan rumah secara horizontal berarti mengembangkan rumah ke samping, sedangkan pengembangan secara vertikal ialah dengan membuat rumah bertingkat, menjadi dua atau tiga lantai.

 

Pengembangan rumah vertical sedang menjadi tren di kota besar, karena budaya ekonomi yang semakin meningkat, di samping itu juga karena harga tanah yang sangat mahal, maka pengembangan rumah secara vertikal adalah solusi yang paling masuk akal.

Persiapan Membangun Rumah

Dalam melakukan persiapan, kedua tipe rumah tersebut di atas memiliki persiapan yang berbeda. Seperti apa? Simak penjelasan singkat berikut ini

  1. Prsiapan membangun rumah bertahap

Persiapan dalam membangun rumah tipe bertahap ialah melakukan perencanaan awal yang berkaitan dengan kebutuhan ruang. Tentukan terlebih dahulu kebutuhan ruang untuk keluarga Anda, misalnya tiga kamar mandi, tiga kamar tidur, satu ruang keluarga, satu ruang kerja, dan satu ruang tamu. Setelah itu, tengok kondisi keuangan Anda, apakah cukup untuk membangun seluruh bagian ruangan tersebut?

 

Memahami keadaan finansial akan mendukung Anda mewujudkan membangun rumah impian. Jika memang belum seluruhnya bisa terbangun, dengan cara membangun rumah bertahap, tentu rumah impian itu bisa dibangun perlahan. Namun, jangan sampai anda punya impian membangun rumah yang sangat besar, tapi anda tidak punya dana untuk mewujudkannya.

 

Rencanakan denah dan desainnya dengan matang, dalam hal ini Anda bisa meminta bantuka jasa arsitke untuk membuatkan desain rumah.

 

Setelah anda tahu kebutuhan ruang, dan disesuaikan dengan budget anda, sekarang saatnya untuk merencanakan rumah mulai dari denah, tampak luar, dan interiornya. Tetapkan ruang-ruang apa yang akan dibuat terlebih dahulu dan ruang apa yang akan dikembangkan/direnovasi kemudian. Untuk yang satu ini Anda bisa menggunakan jasa arsitek.

 

  1. Pembangunan rumah dengan cara pengembangan horizontal atau vertical

Membangun rumah dengan cara pengembangan horizontal atau vertical dan sekaligus bertahap, langkah awalnya sama dengan point satu.

 

Anda harus melihat terlebih dahulu struktur rumah yang sudah Anda miliki, juga lahan yang Anda miliki, apakah berpotensi untuk dibangun horizontal ataukah vertical.

 

Jika yang dipilih adalah pengembangan ke samping maka secara struktural tidak ada yang terlalu dipermasalahkan karena struktur bangunan 1 lantai itu relatif sederhana. Cukup sediakan stek pada ujung struktur untuk ikatan saat akan dibuat penambahan struktur di sampingnya. Yang paling utama adalah pastikan lahan yang anda punya cukup luas untuk dilakukan renovasi pengembangan.

 

Sementara untuk mengembangkan secara vertical, diperlukan kepastian vondasi yang kuat untuk membangunnya. Pengembangan ini sangat disarankan untuk Anda yang tinggal di kota besar, membangun rumah tingkat akan jauh lebih efisien.

 

  1. Jenis Pondasi Rumah

Perlu dipahami juga jenis pondasi rumah untuk tipe rumah Anda. Bila ke depan Anda memiliki rencana membangun rumah bertingkat, maka sebaiknya sudah memastikan fondasi yang Anda buat tepat untuk rencana tersbeut.

baca juga Mengetahui Lebih Dalam Manfaat Jasa Desain Interior Rumah

Secara umum, jenis pondasi dibagi menjadi dua kelompok yang berbeda, yaitu dasar pondasi dalam dan dangkal. Berikut adalah definisi dari setiap jenis foundation:

  • Pondasi Dalam

Pondasi dalam yakni pondasi yang biasanya digunakan untuk pembangunan rumah atau bangunan dengan kapasitas beban besar, misalnya rumah yang terdiri dari beberapa lantai, menara, menara, apartemen, hotel, bangunan bertingkat tinggi dan sejenisnya. Pondasi ini dibagi menjadi tiga jenis, antara lain: Pondasi Piles, Pondasi Bor Pile dan Pondasi Pile Strous.

 

  • Pondasi Dangkal

Pondasi dankal ialah pondasi yang biasa digunakan untuk pembangunan rumah yang tidak menggunakan beban yang terlalu besar, ontoh rumah 1 lantai, toko, kios, pos jaga, kantor polisi, atau bangunan kecil lainnya.

 

Pondasi ini terdiri atas beberapa kategori antara lain Pondasi Rollag (bata), Pondasi tiang (plate kaki), Pondasi Terucuk Bamboo, Pondasi Batu Masonry, dan Cakar Ayam Foundation.

Demikian pemaparan singkat mengenai tipe rumah dan pondasi yang perlu diketahui bagi Anda yang merencanakan pembangunan ruma bersama jasa arsitek. Konsultasikan kebutuhan Anda sedetail mungkin sama jasa arsitek rumah, agar mereka juga dapat membant Anda membangun rumah impiannya.